Yosina menyampaikan itu dalam khotbahnya kepada jemaat GKI Siloam Waena pada Minggu pagi, 07 Januari 2024. Tema yang diberi dari GKI Sinode ke setiap gereja yakni Pemberdayaan Manusia Sebagai Pekerja.
Minggu itu, pembacaan Alkitab yang juga dipilih dari Sinode yaitu Kejadian 4:1-16 dengan judul perikop pembacaan "Kain dan Habel."
"Habel mempersembahkan dengan hati yang tulus dan ikhlas," kata Yosina mengawali khotbahnya kala itu.
Yosina mengatakan, Kain mempersembahkan setengah dari hasil tanah itu kepada Tuhan, setengah yang diberikan. Lalu adiknya, kata Yosina, Habel mempersembahkan ternaknya untuk korban bagi Tuhan.
"Yang terbaik yang dia kasih buat Tuhan,"ujar Yosina dengan tegas.
"Dari mana mereka tahu kalau persembahan mereka ditolah oleh Tuhan,"katanya lagi.
Lanjut Yosina, ada beberapa cara pemberian persembahan korban bakaran orang-orang percaya pada waktu itu yakni Nuh, Abraham, Yakub, dan Musa.
Mereka menggunakan mezbah azab yang membumbung tinggi ke langit itulah aturan persembahan yang disampaikan oleh Allah.
Tetapi juga, kata dia, ada persembahan bakar yang disampaikan api turun dari langit lalu membakar persembahan itu, berarti Tuhan berkenan menerima persembahan-persembahan mereka.
"Namun disini yang paling terpenting adalah Tuhan sudah mengetahui siapa yang sungguh-sungguh memberi persembahan dengan segenap hati kepada Tuhan dan siapa yang memberi dengan hati yang setengah-setengah,"ujarnya.
Hal ini juga didukung dari kitab perjanjian baru yakni Ibrani 11:6 dan kitab 1 Yohanes 3:12.Persembahan dimulai dengan ketulusan,keikhlasan,niat hati yang sungguh memberi jangan keterpaksaan.
Ia menambahkan, Habel memberikan persembahan dengan sungguh-sungguh. Lalu, Kain memberi persembahan dengan tidak sungguh-sungguh.
Yosina menambahkan, inilah mengapa Tuhan lebih mengindahkan persembahan Habel dari pada Kain.
Editor : Musa Abubar